12 Hewan Endemik Pulau Sulawesi

1. Monyet Gorontalo

fobi.web.id
Nama Latin = Macaca nigrescens
Persebaran = Provinsi Gorontalo

     Monyet Gorontalo atau yang sering disebut mnyet Dumonga ini hanya dapat kita jumpai di Provinsi Gorontalo di pulau sulawesi bagian utara.

2. Burung Maleo

arkive.org
Nama Latin = Macrocephalon maleo
Persebaran = Dataran rendah di Sulawesi Tengah
     
     Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang. Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekitar 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam!. Namun saat ini mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil oleh manusia. Diperkirakan jumlahnya kurang dari 10.000 ekor saat ini.

3. Monyet Hitam Sulawesi

sakgoni.blogspot.com
Nama Latin = Macaca nigra
Persebaran = Daerah dekat perairan di Hampir seluruh Sulawesi

     Ciri khasnya adalah rambut berwarna hitam di sekujur tubuh kecuali punggung dan selangkangan yang agak terang. Kepala hitam berjambul, muka tidak berambut, moncong lebih menonjol dan panjang tubuhnya hingga 44,5-60 cm, ekor 20 cm dan berat 15 kg.Yang unik dari monyet ini yaitu warna merah pada pantatnya yang sangat mencolok!

4. Kuskus Beruang Sulawesi

arkive.org
Nama Latin = Ailurops ursinus
Persebaran = Sulawesi dan pulau-pulau disekitarnya

     Hewan ini memiliki habitat pada iklim subtropik atau di hutan tropik dan termasuk hewan marsupialia (mamalia berkantung) dan family Phalangeridae.

5. Babirusa

arkive.org
Nama Latin = Babyrousa babirussa
Persebaran = Pulau Sulawesi, Buru, Togian, Malenge, dan Sula

     Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan.

6. Ikan Boto-boto

fishbase.sinica.edu.tw
Nama Latin = Glossogobius matanensis
Persebaran = Danau Matano, Mahalona, dan Towuti di Sulawesi

     Ikan boto-boto ini merupakan spesies ikan gobi endemik di sulawesi, ikan ini dapat mencapai ukuran 42 cm.

7. Kupu-kupu Glossogobius matanensis


Nama Latin = Glossogobius matanensis
Persebaran = Pulau Sulawesi, Button, dan Kabaena

Kupu-kupu indah ini hanya dapat kita jumpai di pulau Sulawesi, Button, dan Kabaena

8. Tarsius

tarsieruk.homestead.com
Nama Latin = Tarsius tarsier
Persebaran = Hutan-hutan di Sulawesi utara hingga sulawesi selatan

     Nama Tarsius diambil karena ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter dari satu pohon ke pohon lainnya. Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar yang digunakan untuk "grooming".

9. Tarsius Pulau Paleng

pin.primate.wisc.edu
Nama Latin = Tarsius pelengensis
Persebaran = Pulau Paleng, Sulawesi Tengah

     Hewan yang hanya ada di pulau paleng ini dapat memutar kepalanya 180 derajat, seperti burung hantu, karena matanya tersimpan dalam rongga mata yang tetap.

10. Kuskus Kerdil

toursmaleosan.wordpress.com
Nama Latin = Strigocuscus celebensis
Persebaran = Pulau Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya

Kuskus ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari spesies lainya, dan inilah alasan mengapa ia disebut kerdil.

11. Anoa Pegunungan

arkive.org
Nama Latin = Bubalus quarlesi
Persebaran = Daerah pegunungan di pulau sulawesi dan pulau buton

     Anoa Pegunungan termasuk dalam kategori hewan hutan hujan, dan memilih daerah yang terdapat banyak vegetasi, sumber air yang permanen dan jauh dari jangkauan manusia. Anoa pegunungan biasanya mandi di kubangan lumpur, seperti halnya kerbau liar. Hal ini mungkin dikarenakan ia membutuhkan mineral yang terkandung didalamnya. Anoa Pegunungan sangat aktif di pagi hari, ia kembali ketempat berlindungnya saat tengah hari. Mereka berlindung dibawah pohon besar yang tumbang, dibawah batu-batu besar dan di antara akar pohon. Tanduknya digunakan untuk menyingkirkan ranting atau untuk menggali tanah, dan juga digunakan saat terjadi pertarungan fisik dengan anoa yang lain untuk memperlihatkan dominansi. Saat merasa bersemangat, Anoa Pegungungan akan mengeluarkan suara “mooo” yang singkat.

12. Anoa Dataran Rendah

arkive.org
Nama Latin = Bubalus depressicornis
Persebaran = Dataran rendah di Pulau Sulawesi

     Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun. Kedua spesies Anoa Pegunungan dan Anoa Dataran Rendah dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.

10 Kapal Terpanjang di Dunia!

Inilah 10 kapal terpanjang di dunia yang sangat menakjubkan!

1. Seawise Giant

aukevisser.nl
Tipe          = Tangker Minyak
Panjang     = 458,46 meter
Berat         = 564,469 DWT
Aktif          = 1979-2009
Kapal terpanjang di Dunia!!!

2. Pierre Guillaumat

aukevisser.nl
Tipe           = Tangker Minyak
Panjang      = 414.23 meter
Berat          = 555,051 DWT
Aktif           = 1977–1983


3. Kapal Batillus

helderline.nl
Tipe            = Tangker Minyak
Panjang        = 414.22 meter
Berat           = 553,661 DWT
Aktif            = 1976–1985


4. Kapal Bellamya

aukevisser.nl
Tipe             = Tangker Minyak
Panjang        = 414.22 meter
Berat            = 553,661 DWT
Aktif             = 1976–1986

5. Kapal Prairial

aukevisser.nl
Tipe              = Tangker Minyak
Panjang         = 414.22 meter
Berat             = 555,046 DWT
Aktif              = 1979–2003

6. Esso Atlantic

aukevisser.nl
Tipe               = Tangker Minyak
Panjang          = 406.57 meter
Berat              = 516,891 DWT
Aktif               = 1977–2002

7. Esso Pacific

aukevisser.nl
Tipe                = Tangker Minyak
Panjang           = 
406.57 meter
Berat               = 516,421 DWT
Aktif                = 1977–2002

8. Maersk Triple E Class

worldmaritimenews.com
Tipe                = Kapal Pengangkut
Panjang           = 399 meter
Berat               = 196,000 DWT
Aktif                = 2013

9. Maersk E Class

gearthhacks.com
Tipe                 = Kapal Pengangkut
Panjang            = 397,71 meter
Berat                = 158 DWT
Aktif                 = 2006-sekarang

10. Explorer Class


Tipe                 = Kapal Pengangkut
Panjang             = 396 meter
Berat                = 187,624 DWT
Aktif                 = 2012-sekarang

10 Hewan Endemik Pulau Sumatera

1. Badak Sumatera

arkive.org
Nama Latin = Dicerorhinus sumatrensis
Persebaran = Taman Nasional Kerinci Seblat di Bengkulu
     Badak Sumatera adalah anggota famili Rhinocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak. Badak ini adalah badak terkecil, memiliki tinggi sekitar 120–145 sentimeter, dengan panjang sekitar 250 sentimeter dan berat 500–800 kilogram. Seperti spesies badak di Afrika, badak ini memiliki dua cula. 

2. Kambung Hutan Sumatera

lppuinsuska.wordpress.com
Nama Latin = Capricornis sumatraensis sumatraensis
Persebaran = Hutan Hujan tropis Sumatera
     Populasinya sudah semakin terdesak akibat perambahan hutan secara liar. Selain itu, kambing hutan sumatera ini juga masuk kedalam daftar Appendices I (hewan yang sangat langka dan tidak boleh diburu)

3. Kelinci Sumatera

arkive.com
Nama Latin = Nesolagus netscheri
Persebaran = Pegunungan Bukit Barisan
     Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra. Pengamatan telah dilaporkan sejak tahun 1972 sebanyak 3 kali, paling baru adalah akhir Januari 2007 ketika kamera jebakan dipasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

4. Harimau Sumatera

http://www.naturephoto-cz.com
Nama Latin = Panthera tigris sumatrae
Persebaran = Sebagian pulau sumatera
     Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari. Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 dan 2000.

5. Orangutan Sumatera 

http://images.sciencedaily.com
Nama Latin = Pongo abelii
Persebaran = Taman-taman Nasional di Sumatera
     Survei baru-baru ini tahun 2004 memperkirakan ada sekitar 7.300 ekor orangutan Sumatra yang masih hidup di alam liar. Beberapa di antaranya dilindungi di lima daerah di Taman Nasional Gunung Leuser dan lainnya hidup di daerah yang tidak terlindungi: blok Aceh barat laut dan timur laut, sungai Batang Toru Barat, Sarulla Timur dan Sidiangkat. Program pembiakan telah dibuat di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di provinsi Jambi danRiau dan menghasilkan populasi orangutan Sumatra yang baru.

6. Tokhtor Sumatera

http://www.birdforum.net
Nama Latin = Carpococcyx viridis
Persebaran = Pegunungan Bukit Barisan
     Merupakan burung endemik Sumatera dan termasuk dalam 18 burung paling langka di Indonesia. Burung Tokhtor sumatera didaftar sebagai satwa Kritis yakni status konservasi dengan keterancaman paling tinggi. Diduga populasinya tidak mencapai 300 ekor. Burung Tokhtor Sumatera pernah dianggap punah karena sejak terdiskripsikan pada 1916 tidak pernah dijumpai lagi, baru pada November 1997 seekor Tokhtor Sumatera berhasil difoto untuk pertama kalinya oleh Andjar Rafiastanto. 

7. Gajah Sumatera

jakartaforum.blogspot.com
Nama Latin = Elephas maximus sumatranus
Persebaran  = Sebagian sumatera
     Gajah Sumatera berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar 2000 – 2700 ekor gajah Sumatera yang tersisa di alam liar berdasarkan survei tahun 2000. Sebanyak 65% populasi gajah Sumatera lenyap akibat dibunuh manusia dan 30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatera telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan.

8. Surili Sumatera

is.muni.cz
Nama Latin = Presbytis melalophos
Persebaran  = Seluruh Sumatera kacuali Riau dan NAD
Spesies primata yang endemik di sumatera ini menyukai habitat hutan tropis yang kering.

9. Celurut Air Sumatera

arkive.org
Nama Latin = Chimarrogale sumatrana
Persebaran  = Dataran Tinggi Padamg, Sumatera Barat
     Hewan ini tercantum sebagai spesies kritis terancam punah akibat hilangnya habitat dan kisaran terbatas menurut IUCN. Hewan air yang sangat jarang ditemui ini memiliki tubuh yang beradaptasi untuk hidup di air. Bentuk tubuhnya relatif besar dari celurut biasa, dengan ciri hidung lebih panjang. Bulu pendek, padat, berwarna abu-abu pada bagian belakang, bagian atas berbintik putih, dan cokelat kusam di bagian bawah. 

10. Cecurut Sumatera

retrieverman.net
Nama Latin = Hylomys Parvus
Persebaran  = Gunung Kerinci, Sumatera 
     Hewan kecil yang hanya berukuran 4-5 inci ini memiliki bau busuk, terutama ketika ia merasa terancam.

10 Hewan Endemik Pulau Jawa

1. Banteng Jawa



Nama Latin = Bos javanicus javanicus
Persebaran = Jawa, Madura, dan Bali

     Banteng liar ini, di Jawa dan Bali dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Baluran menjadi pertahanan terakhir hewan asli Asia Tenggara ini.

2. Owa Jawa

theprimata.com
Nama Latin = Hylobates moloch
Persebaran = Jawa bagian barat

     Owa jawa tidak memiliki ekor, dan tangannya relatif panjang dibandingkan dengan besar tubuhnya. Tangan yang panjang ini diperlukannya untuk berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi, tempatnya beraktifitas sehari-hari.

3. Landak Jawa

omarariff.photoshelter.com
Nama Latin = Hystrix javanica
Persebaran = - 

     Meskipun tidak terdaftar sebagai hewan yang terancam eksistensinya di alam oleh IUCN, landak jawa diburu orang karena di beberapa tempat merusak tanaman budidaya. Daging landak juga dibuat sate di beberapa tempat.

4. Macan Tutul Jawa

biolib.cz
Nama Latin = Panthera pardus melas
Persebaran = Hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi pulau Jawa

     Macan tutul merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Frekuensi tipe hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini terjadi akibat satu alel resesif yang dimiliki hewan ini. Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meskipun di semua taman nasional di Jawa dilaporkan pernah ditemukan hewan ini, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran.

5. Surili 

arkive.org
Nama Latin = Presbytis comata
Persebaran = Jawa Barat dan Jawa Tengah

     Merupakan spesies monyet Dunia Lama terancam yang endemik pada sebagian pulau Jawa, Indonesia. Hewan ini menyukai hutan primer dan penghuni pohon (arboreal). Terdapat dua subspesies surili yaitu Presbytis comata comata yang ditemukan di Jawa Barat dan Presbytis comata fredericae yang menghuni hutan Jawa Tengah.

6. Lutung Bundeng

arkive.org
Nama Latin = Trachypithecus auratus
Persebaran = Hutan hujan tropis di jawa, bali, dan lombok

     Lutung Budeng adalah hewan diurnal, yang lebih aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga.

7. Kancil


Nama Latin = Tragulus javanicus
Persebaran = Jawa dan bali

     Kancil mudah dijinakkan, sehingga mungkin pembudidayaan mungkin tidak terlalu sulit. Selain itu, sisi lain yang menguntungkan adalah makannya yang berasal dari rerumputan, sehingga mudah dicari dan tidak mahal. Juga, dalam pembudidayaannya, yang perlu diperhatikan adalah pengamatan lingkungan dari binatang buas dan penyakit yang menyerangnya. Kancil kadang juga dimakan karena dagingnya yang lezat.

8. Babi Kutil

Nama Latin = Sus verrucosus
Persebaran = Pulau jawa dan bawean

     Adalah salah satu spesias babi yang endemik di pulau Jawa dan Bawean. Dulu juga adadi Madura tapi sekarang diperkirakan sudah punah.

9. Badak Jawa

arkive.com
Nama Latin = Rhinoceros sondaicus
Persebaran = Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

     Spesies ini kini statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada diTaman Nasional Cat Tien, Vietnam dengan perkiraan populasi tidak lebih dari delapan pada tahun 2007. 

10. Biul Slentek


Nama Latin = Melogale orientalis
Persebaran = Jawa dan bali

     Hewan ini adalah endemik di Jawa dan Bali, Indonesia. Di Jawa Tengah, di mana ia ditemukan, disebut nyentek; sementara dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan Ferret-badger.

10 Hewan Endemik Pulau Kalimantan

1.  Katak Kepala Pipih

                 did-wasyouknow.blogspot.com
Nama Latin = Barbourula kalimantanensis
Persebaran = Nanga Pinoh, Kalimantan Barat

     Katak yang langka ini merupakan satu-satunya jenis katak di dunia yang diketahui tidak memiliki paru-paru; meskipun ketiadaan paru-paru ini juga ditemui pada beberapa jenis amfibi lainnya seperti pada salamander dan juga sejenis sesilia.

2. Kucing Merah

amaliacitra.student.umm.ac.id
Nama Latin = Pardofelis badia
Persebaran = Hampir seluruh pulau Kalimantan 

     Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan spesies yang bergantung pada hutan ini sebagai terancam punah karena penurunan populasi diproyeksikan oleh lebih dari 20% pada tahun 2020 karena kehilangan habitat. Seperti tahun 2007, populasinya diduga berada di bawah 2.500 individu dewasa.

3. Owa-owa

wildborneo.com.my
Nama Latin = Hylobates muelleri
Persebaran = Bagian utara dan timur kalimantan

     Owa-owa adalah hewan yang beraktivitas pada siang hari dengan habitat pada hutan hujan. Karakteristik Owa-owa adalah memiliki lengan yang panjang untuk berayun dari pohon ke pohon. Owa-owa hidup dengan pasangan monogami dan melindungi keluarga dari serangan dengan suara keras dan panjang. Makanan dari Owa-owa adalah buah. Belum diketahui secara pasti bagaimana Owa-owa bereproduksi.

4. Pesut Mahakam

Nama Latin = Orcaella brevirostris
Persebaran = Sungai Mahakam, Danau Jempang, dan Danau Semayang Kalimantan Timur

     Berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis.

5. Orangutan Kalimantan

Nama Latin = Pongo pygmaeus
Persebaran = Sebagian pulau kalimantan

     Bersama dengan orangutan Sumatra yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orangutan Kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun. Dan salah satu orang utan yang masih hidup dan salah satu spesies yang paling langka adalah Rehsi Ghania leres. yang ditemukan di kantin margahayu.

6. Bekantan

Nama Latin = Nasalis larvatus
Persebaran = Hampir seluruh pulau kalimantan

     Hewan yang merupakan maskot DUFAN (Dunia Fantasi) ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male.

7. Lutung Merah

Nama Latin = Presbytis rubicunda
Persebaran = Pulau Kalimantan dan Pulau Karimata

      Lutung merah dapat hidup di perekbunan tertentu dan mungkin keluar dari hutan kemudian memasuki kebun-kebun untuk memakan dedaunan muda dan biji-bijian. Kelestarian populasi lutung merah semakin hari semakin terancam dikarenakan beberapa penyebab utama seperti pembukaan/penebangan hutan berskala besar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan satwa liar.

8. Lutung Dahi Putih

Nama Latin = Presbytis frontata
Persebaran = Daerah pegunungan tinggi kalimantan 

     Tubuhnya berwarna cokelat-abuabu, namun ada sedikit warna putih di dahinya yang menjadi ciri khasnya. Lutung ini hampir terancam karena kehilangan habitat.

9. Biawak Kalimantan

Nama Latin = Lanthanotus borneensis
Persebaran = pulau Kalimantan 

10. Buaya Kalimantan

Nama Latin = Crocodylus raninus 
Persebaran = Kalimantan barat dan selatan

Sumber: id.wikipedia.org